5 Lukisan Abstrak Termahal Di Dunia

Arts5 – Bagi sebagian orang, gambar abstrak bisa lebih merupakan produk yang terdiri dari pekerjaan acak, bentuk tidak beraturan, dan puing-puing warna yang dicat sembarangan. Namun bagi pecinta seni, lukisan abstrak adalah karya estetika dua dimensi yang penting. Keindahan seni lukis abstrak sebenarnya terletak pada spontanitas, improvisasi, dan metode inkonvensional yang digunakan seniman.

Seni lukis abstrak merupakan salah satu bentuk seni rupa kontemporer yang tidak menggambarkan benda-benda di dunia aslinya, melainkan menggunakan warna dan bentuk tanpa penyajian. Pada awal abad ke-20 istilah tersebut digunakan untuk merujuk pada seni seperti seni kubisme dan futuristik.

Di samping lukisan klasik, bentuk seni abstrak adalah salah satu bentuk seni paling populer dan dihormati di abad ini. Selama 100 tahun terakhir, banyak lukisan abstrak yang menjadi populer dan berhasil menarik perhatian penonton. Berikut adalah daftar lukisan abstrak termahal yang pernah dibuat.

1. Lukisan Abstrak “False Start” – US$ 84,6 Juta

Lukisan Abstrak Termahal

Salah satu karya Jasper Jones dimulai dengan sejumlah lukisan abstrak termahal di dunia. Lukisan tahun 1959, yang terjual kepada 1,1 miliar pengungsi pada tahun 2006, pernah menjadi lukisan abstrak termahal di dunia.

Jasper Jones merupakan artis kelahiran Amerika Serikat pada tahun 1930. Nama “Wrong Start” terinspirasi saat Jasper Jones berada di Cedar Tavern, bar favorit sang artis saat itu. Kemudian dia melihat spanduk balap bernama False Start. Dia kemudian memutuskan untuk menamai lukisan abstrak yang baru dibuat itu “False Start” atau awal yang buruk.

2. Lukisan Abstrak “Orange, Red, Yellow” – US$ 87 Juta

Lukisan ini adalah karya seniman India Yahudi Rusia, Mark Rothko. Banyak pecinta seni menganggapnya sebagai ekspresionis abstrak, meski ia sendiri menyangkal cincin itu. Pria yang lahir pada tahun 1903 dan meninggal pada tahun 1970 ini dianggap sebagai salah satu veteran perang paling terkenal di Amerika, bersama dengan Jackson Pollock dan Wilm de Connig.

Beberapa lukisan dibuat, diantaranya lukisan abstrak bernama Oranye, Merah, Kuning yang dijual seharga Rp1,13 triliun pada tahun 2012. Lukisan abstrak berwarna oranye, merah, kuning yang diselesaikan pada tahun 1961 ini mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang, namun bagi penikmat seni, lukisan yang melukiskan akrilik di atas kanvas ini memiliki nilai estetika yang tinggi.

3. Lukisan Abstrak “Dora Maar au Chat” – US$ 95,2 Juta

Lukisan Abstrak TermahalLukisan abstrak ini dibuat pada tahun 1941 oleh seniman Spanyol Pablo Picasso. Dora Maar Obrolan artinya Dora Maar dengan kucing. Lukisan ini adalah abstraksi dari Dora Maar, yang jatuh cinta pada Pablo Picasso pada usia 55 tahun dan Dora pada usia 29 tahun. Pada 2006, Rusia melelang 1,24 miliar rubel.

Pablo Picasso menciptakan 20.000 karya seni selama masa hidupnya. Yang cukup menarik, Picasso selalu mengubah gaya lukisannya. Ini mungkin karena Picasso punya banyak teman. Misalnya, gaya lukisan biru dan merah muda (karena lukisan didominasi warna biru dan merah muda) secara radikal berubah menjadi gaya kubisme dan memengaruhi persahabatannya dengan George Brack.

Artikel Terkait : Tips Dan Trik Dasar Menang Bermain Judi Bola Online

4. Lukisan Abstrak “Anna’s Light” – US$ 105,7 Juta

Lukisan abstrak bertajuk Anna Valo berhasil terjual lebih dari $ 1,37 triliun pada 2013 dan dibeli oleh sebuah perusahaan kimia Jepang. Lukisan menakjubkan ini adalah karya Barnett Newman, kepala lukisan di Amerika Serikat. Subjek lukisan bertajuk “I give light” ini terinspirasi dari kisah hidup seorang ibu seniman yang meninggal pada tahun 1965.

5. Lukisan Abstrak “Nude, Green Leaves and Bust” – US$ 106,5 Juta

Karya laris lainnya oleh Pablo Picasso adalah lukisan abstrak bernama Nu, Folhas Verdes e Bust. Lukisan itu didirikan pada 1932 di lelang pada 2012 seharga INR 1,38 miliar. Lukisan abstrak sensual ini menggambarkan seorang wanita yang memerankan seorang wanita dan teman senimannya, Marie-Thérèse Walter. Lukisan ini aslinya dilukis oleh Ibu Sidney F. Brod mengoleksinya dan belum memperlihatkannya ke publik sejak 1961.